Tampilkan postingan dengan label Kenapa Iblis diusir dari syurga?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenapa Iblis diusir dari syurga?. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 September 2012

Kok Abu Jahal Yang Ketiban Julukan Abu Jahal?


بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

 KOK ABU JAHAL YANG KETIBAN JULUKAN ABU JAHAL?
   Kok judulnya tumpang tindih, ya? Soalnya kalau diganti ‘Biografi Nggak Komplet Abu Jahal’ juga tetap nggak mutu. Dan nama Abu Jahal adalah yang paling populer diantara nama- nama lain yang disandang tokoh yang dimaksud. Jadi terinspirasi sebuah karya sastra lama (sudah lupa apa prosa, cerpen, atau novel, dan juga penulisnya, maklum sudah sejak jaman SMP) berjudul Open.
Dalam masyarakat Arab, sesuai survey lapangan (bukan menurut kamus manapun), kata ‘abu’ bisa berarti bapak, bisa juga berarti orang yang mempunyai(sesuatu yang khas/ istimewa). Contoh yang berarti bapak/ bapaknya: Abu Thalib berarti bapaknya Thalib, Abu Said artinya bapaknya si Said. Contoh yang berarti yang mempunyai: yang sekarang ada Abu Shareb artinya laki- laki yang mempunyai kumis yang cukup mencolok, bisa kita katakan dalam bahasa Indonesia Pak Kumis. Jaman Nabi SAW ada Abu Hurairah yang artinya orang yang mempunyai banyak kucing karena beliau suka dengan kucing. Ada lagi Abu Lahab yang artinya orang yang mempunyai nyala api karena dipipinya terdapat rona merah. Ali r.a dipanggil Abu Thurab (yang mempunyai debu) karena suatu saat Rasulullah SAW pernah menemui beliau ketika banyak debu yang menempel di bajunya.
   Jadi Abu Jahal bisa berarti ‘bapaknya kebodohan’ atau ‘orang yang mempunyai kebodohan’. Dari mana dapatnya? Kenapa dia yang ketiban julukan yang amat buruk ini, padahal dia bukan satu- satunya pemuka Suku Quraisy yang memusuhi Rasulullah SAW. Ada Abu Lahab yang secara terang- terangan maupun dari belakang menghalangi dakwah beliau SAW. Ada pula Umayah bin Khalaf yang sangat membenci Islam. Tentu semua tahu bagaimana perlakuannya kepada Bilal bin Rabbah. Kemudian juga ada Abu Sufyan, sang menteri perekonomian Quraisy.
   Nama aslinya Amr bin Hisyam, oleh masyarakat Quraisy biasa disebut atau dipanggil Abal Hakam, artinya orang yang mempunyai hukum atau ringkasnya ahli hukum. Dialah hakim untuk kaum Quraisy, karena dia menguasai undang- undang suku Quraisy. Dan dia adalah salah seorang dari ‘dua Umar’ yang oleh Nabi SAW didoakan supaya salah satunya mendapat hidayah dari Allah SWT untuk masuk Islam. Tapi ternyata Allah SWT memilih memberikan hidayahNya kepada Umar yang satunya, ibnu Khattab.
   Pada waktu itu kaum Quraisy tidaklah bisa dikatakan kaum yang bodoh ataupun tertinggal. Terbukti mereka sudah mahir dalam berdagang. Dan tentu saja dalam bidang sastra mereka sangat terkenal. Jadi siapa yang memberikan istilah ‘Jaman Jahiliyah’ untuk jaman itu? Ya, tentu saja  اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى melalui RasulNya Muhammad SAW. Dan wahyu yang pertama kali turun yang berisikan kata ‘jahiliyah’ menurut beberapa sumber adalah QS Al Maidah (5) ayat 50:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّـهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ ﴿٥٠﴾
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS 5:50).
   Ternyata ayat yang pertama kali memakai kata jahiliyah adalah untuk menyebut hukum yang mereka (Kaum Quraisy) pakai. Jadi menurut  اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى  hukum yang mereka pakai adalah hukum yang sangat bodoh, tertinggal, nggak mutu. Kalau seseorang mempunyai anak buah (preman), kemudian preman- preman itu suka membuat kerusuhan, maka orang itu bisa disebut sebagai bapak/ mbah/ biangnya kerusuhan.
   Demikian pula nasib Abal Hakam (Abu Al Hakam), karena hukum yang ia kuasai dan ia praktekkan ternyata dicap sebagai hukum yang bodoh dan tertinggal, maka produknya pun sudah pasti bodoh dan tertinggal. Karena Hakam (versi Quraisy)= Jahal (atau jahil versi  اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى lewat QS 5: 50 di atas) akhirnya namanya diubah oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى  menjadi Abu Jahal.
Jadi, begitulah kenapa Abu Jahal mendapat julukan Abu Jahal*.
Allahu a’lam.
 
*Terinspirasi dari kata- kata:..jadi, begitulah kenapa Open diberi nama Open.

Selasa, 28 Agustus 2012

Sama- sama Salah, Iblis Degradasi, Adam Promosi

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

SAMA- SAMA SALAH, IBLIS DEGRADASI, ADAM PROMOSI

  Banyak yang bertanya- tanya, kenapa hanya karena satu kesalahan saja, Iblis dihukum dengan neraka oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Sedangkan manusia yang katanya tempat salah dan dosa, malah dengan mudah اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى memaafkannya. Banyak yang meragukan keadilan اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى , meskipun secara tidak langsung ataupun tidak sengaja. Padahal kita harus yakin bahwa اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى itu Maha Adil. Lalu bagaimana cara menghilangkan keraguan itu, mestinya ada penjelasan yang tepat.

  Awal ceritanya kita sudah paham semua. اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berkehendak menciptakan manusia, yang saat itu diberi nama Adam oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Maka sebagai bekal melaksanakan tugas tersebut, Adam a.s diajarkan nama- nama benda seluruhnya oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Adam a.s pun lulus dalam fit and proper test tingkat awal, mengalahkan malaikat. Maka oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى para malaikat disuruh tunduk pada Adam a.s. Seluruh malaikat bersujud tanda tunduk kepada Adam a.s. Hanya Iblis dari golongan jin yang tidak mau tunduk. اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى bertanya kepada iblis kenapa tidak mau sujud, yang artinya menentang perintah اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Dengan sombong Iblis memproklamasikan diri bahwa dia lebih hebat dari Adam a.s, sehingga tidak patut bersujud kepada Adam a.s (QS 7: 12). Dia mengingkari sifat اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yang Maha Tahu. اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى  pun menghukum Iblis dengan mengusirnya dari Jannah dan memasukkannya ke dalam neraka. Iblis yang dendam kepada Adam a.s meminta ijin kepada اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى agar ditangguhkan hukuman masuk nerakanya, dan menggoda Adam serta anak keturunannya supaya mengikutinya membangkang kepada اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Dan  اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى pun mengabulkannya.

  Kemudian Adam pun ditempatkan di Jannah oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Segala keinginannya terpenuhi. Dan Adam a.s pun dianugerahi istri oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى yaitu Hawa. Hanya dua larangan dari اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, yaitu mendekati sebuah pohon kayu (QS 2: 35), yang kedua tidak menuruti bujuk rayu Iblis sang setan (QS 7:22; QS 20: 117).

  Iblis mulai menjalankan misinya. Akhirnya, singkat cerita. Adam a.s pun terbujuk rayuan Iblis, dia menuruti bujukan Iblis dan memakan buah dari pohon kayu tersebut. Adam a.s pun melanggar perintah اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

   Jika kita perhatikan, Iblis hanya bersalah satu kali, tidak mau sujud kepada Adan a.s. Sedangkan Nabi Adam a.s setidaknya melakukan dua kesalahan, yaitu memakan buah pohon kayu, dan mengikuti ajakan Iblis. Kedua perintah itu datang dari اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى secara langsung.

  Tapi yang menjadi menarik adalah Iblis diusir dari Jannah, artinya masuk neraka, sedangkan Adam a.s justru diangkat menjadi 'Khalifah fil Ardh'. Artinya karena kesalahan itu, Iblis turun derajatnya, sedangkan Adam a.s mendapat posisi yang terhormat, sebagai pemimpin di dunia ini, termasuk memimpin bangsa jin, bangsanya Iblis. Mari kita lihat ayat- ayat Al Qur'an yang menceritakan penempatan kedua tokoh legendaris ini.

Iblis:

QS 7: 13 

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ‌ فِيهَا فَاخْرُ‌جْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِ‌ينَ 

 Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (13)

QS 15: 34-35

  ﴾  قَالَ فَاخْرُ‌جْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَ‌جِيمٌ ﴿٣٤﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٣٥

  Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (34) dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat". (35)

QS 17: 63

  قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَّوْفُورً‌ا 

 Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (63)

QS 38: 77

﴾ قَالَ فَاخْرُ‌جْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَ‌جِيمٌ ﴿٧٧

 Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, (77)

 Adam:

QS 2: 36

﴾ فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَ‌جَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٣٦

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (36)

QS 7: 24

 ﴾ قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤ 

  Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan". (24)

 QS 20: 123

﴾  قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣ 

  Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123)

  Dari ayat- ayat di atas, ternya kata- kata dari اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى sedikit berbeda. Tapi meskipun sedikit, artinya sangat jauh berbeda. Untuk Iblis, اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى memakai kata 'turunlah' (ihbith) dan 'keluarlah' (fakhruj). Sedangkan untuk Adam a,s hanya ada kata 'turunlah' (ihbith). Allahu a'lam, apa yang dimaksud 'turun' ini, apakah Adam disuruh turun ke Jannah yang lebih rendah tingkatannya (bumi), atau memang turun ke tempat yang lebih rendah. Yang jelas Adam a.s tidak disuruh keluar oleh اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

  Apakah turun ke bumi itu suatu hukuman? Kita perhatikan lagi QS 2: 36 dan QS 7: 24, di situ اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى memberi tahu bahwa di bumi itu 'ada tempat kesenangan'. Jadi berbeda sekali dengan tempatnya Iblis (QS 17: 63). Aneh jika tempat hukumannya ada tempat untuk 'kesenangan hidup'.

  Ternyata Adam a.s diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugasnya sebagai Khalifah fil Ardh sesuai fitrahnya. Bukankah ini sebuah kenaikan pangkat? Dari seluruh makhluk اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى hanya manusia yang diberi amanah sangat besar dan paling mulia ini. Ya, artinya tidak ada kedudukan yang lebih mulia lagi bagi makhluk اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى di atas kedudukan manusia.

  Kok bisa, sama- sama salah tetapi mendapat ganjaran berbeda? Ternyata kuncinya ada pada QS 2: 37,

﴾  فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِن رَّ‌بِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّ‌حِيمُ ﴿٣٧

  Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (37)

Yang teksnya ada di  QS 7: 23, yaitu:

قَالَا رَ‌بَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ‌ لَنَا وَتَرْ‌حَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِ‌ينَ 

 Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (23)

Bandingkan dengan reaksi Iblis ketika menerima vonis bersalah dari اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

QS 7: 16

﴾  قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَ‌اطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (16)

QS 15: 39- 40

﴾قَالَ رَ‌بِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (39) kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (40)

Dan ayat- ayat yang senada pada QS 17: 62, serta QS 38: 82- 83.

  Inilah bedanya Adam a.s dengan Iblis. Iblis ketika melakukan kesalahan dan mendapat murka dari اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى bukannya menyadari kesalahannya malah semakin menjadi- jadi alias mbalelo. Sedangkan Adam a.s begitu menyadari kesalahannya segera bertaubat dan meminta ampunan dari اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Beginilah seharusnya sikap pemimpin bumi ini yang mewakili اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Ketika sikapnya tidak sesuai keinginan Sang Raja yang sesungguhnya, mestilah meminta maaf kepadaNya, dan segera memperbaiki diri. Di sini Adam a.s lulus fit and proper test tahap kedua. Seakan- akan Adam a.s naik jabatan setelah melakukan 'magang' di Jannah. Atau seperti orang yang telah beranjak dewasa dari masa kanak- kanaknya, di mana pada waktu masih anak- anak segala kebutuhannya dipenuhi oleh 'Wali'nya. Kini Adam a.s telah 'dewasa', mampu untuk mengemban amanah Khalifah fil Ardh.

Wallahu a'lam bishshawab.