بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
KENAPA KITA TIDAK VEGETARIAN?
Topik ini sebenarnya sudah saya siapkan sejak lama. Waktu itu saya sempat sharing ke beberapa teman dengan judul 'Menjawab Pertanyaan Sang Vegetarian'. Di situ saya menulis bahwa saya sudah mempersiapkan jawaban kalau- kalau suatu saat diserang pertanyaan oleh teman saya yang beragama lain yang merupakan seorang vegetarian.
Teman saya itu, sekarang bekerja satu shift dengan saya, sering mengkritik sikap orang- orang Islam dalam kesehariannya. Pernah dia bertanya kepada kompatriotnya saat berada di mobil jemputan,"apa makna Id? Sesudah sholat terus makan- makan. Pelajaran moral apa yang didapat dari hal ini?" Waktu itu saya diam saja, karena kalaupu dijelaskan waktu yang sempit nggak bakalan cukup. Di Bulan Ramadan dia sempat bertanya kepada saya, "puasanya orang Islam itu menyiksa, andaikan kita diperbolehkan minum, pasti akan lebih baik bukan?" Waktu itu saya belum menyadari kalau dia sedang menyerang agama saya. Saya hanya menjawab,"nggak juga, buktinya tanpa makan dan minum kami tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa." Saya baru sadar ketika di lain hari seorang pekerja yang seagama dengan dia bercerita bahwa hari itu adalah hari besar agama mereka dan dia sedang berpuasa, tapi puasanya boleh minum. Ah, ternyata dia membandingkan ajaran agamanya dengan agama Islam. Kemudian ketika saya sedang membaca Al Qur'an dia bertanya lagi,"memangnya kamu ngerti bahasa Arab?" Kali ini saya langsung sadar dia sedang mencibir orang Islam, langsung saya bilang,"ya, saya bisa, meski sedikit." Sedikit kan bisa juga cuma satu kata, jadi saya nggak bohong dong.
Sebelum dia segrup dengan saya, saya pernah mendengar dari kompatriotnya bahwa dia mengkritik penyembelihan hewan untuk dimakan. Mungkin dengan alasan peri kehewanan atau apalah. Makanya saya pasang kuda- kuda kalau- kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya. Tapi setelah menunggu sekian waktu, ternyata pertanyaan itu tidak muncul juga. Bahkan dia mengakui bahwa apa yang dia perbuat tidak seluruhnya benar. Terlebih lagi, setelah saya ajak diskusi tentang agama ternyata dia mengakui bahwa Islam adalah satu- satunya agama yang masih murni. Dan dalam banyak hal yang saya beberkan ke dia, dia mengakui bahwa Islam itu simpel dan masuk akal. Dan dia sempat menyatakan bahwa Islam adalah agama terbaik, tapi penganutnya adalah penganut terburuk. Tapi hidayah
اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى belum sampai kepadanya.
Namun tidak ada salahnya pasang kuda- kuda. Jika kita berdebat dengan kaum vegetarian dan menyodorkan fakta- fakta bahwa menurut penelitian para vegetarian mempunyai masalah kekurangan nutrisi, maka merekapun akan menyodorkan fakta bahwa penyakit berat saat ini dikarenakan karena konsumsi makanan hewani, misalnya kolesterol. Hal ini tidak akan selesai.
Maka inilah perlunya kita memikirkan ciptaan
اللَّـهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Saya di sini berkesempatan menyaksikan alam dimana sukar untuk mendapatkan tanaman yang bisa dimakan oleh manusia. Sekeliling tempat saya bekerja hanya ditumbuhi semak belukar dan pohon kayu yang kebanyakan tidak berbuah dan daunnya pun tidak enak dimakan. Saya perhatikan hewan hewan yang ada di sekitar tempat itu, unta, burung, biawak, kelinci, musang, serta berbagai serangga dan hewan beracun. Kemudian saya membayangkan orang- orang yang hidup di daerah ini, apa yang mereka makan? Saya yakin, dan jika saya menjadi mereka, saya akan memakan burung, kelinci, atau biawak jika terpaksa. Kalau memungkinkan saya akan memelihara domba dan onta untuk saya minum susunya dan dimakan dagingnya. Saya tidak tahu seandainya kaum vegetarian itu hidup di tempat itu, apakah mereka berubah pikiran atau... Jangan- jangan selang beberapa hari kemudian saat saya lagi enak- enak makan daging burung panggang, orang- orang itu sedang dimakan oleh burung bangkai....
![]() |
| Pemandangan matahari menjelang terbenam dari daerah gurun. Tumbuhan apa yang bisa kita makan di sini? |
Maka inilah makna dari Islam ditujukan untuk semua umat manusia, yang hidup di daerah subur, gersang, padang pasir, bahkan kutub. Mungkin yang hobi memancing punya pemikiran yang sama dengan saya, ketika kehabisan bekal di tengah laut, untuk bertahan hidup tidak ada pilihan kecuali memakan ikan.
Allahu a'lam bishshawab.
